-->

Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

PDAM Makassar Percepat Penanganan Distribusi Air di Kerung-Kerung

Redaksi
25 Mei 2026, 08.01 WIB Last Updated 2026-05-26T00:06:33Z

Petugas PDAM Makassar menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki di kawasan Kerung-Kerung
Petugas PDAM Makassar mendistribusikan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki ke warga terdampak gangguan suplai air di kawasan Kerung-Kerung, Makassar.

MAKASSAR
- Pemerintah Kota Makassar melalui Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar terus mempercepat penanganan keluhan masyarakat terkait distribusi air bersih yang terganggu di sejumlah wilayah, terutama kawasan utara kota, Kerung-Kerung, wilayah timur Makassar, hingga Maccini Gusung.


Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, menyampaikan pihaknya telah menerima berbagai aspirasi warga dan langsung turun ke lapangan guna memastikan solusi penanganan dapat segera dilakukan.


“Alhamdulillah kita mempunyai kesepakatan untuk turun ke lokasi yang dimaksud untuk mencarikan solusi,” ujar Andi Syahrum.


“Selama ini, kami terus mengupayakan solusi pada distribusi air menjawab apa menjadi aspirasi warga,” sambung mantan camat Biringkanaya itu.


PDAM Makassar saat ini menjalankan sejumlah langkah penanganan secara menyeluruh, mulai dari distribusi air menggunakan mobil tangki, pembenahan jaringan pipa, optimalisasi tekanan dan zonasi distribusi, hingga penambahan suplai dari jaringan alternatif untuk meningkatkan debit air ke pelanggan.


Menurut Andi Syahrum, gangguan yang paling banyak dikeluhkan warga yakni aliran air yang hanya mengalir dalam waktu singkat sebelum kembali berhenti.


“Soal keluhan warga, terkadang airnya mengalir dua sampai tiga jam, kemudian mati lagi. Inilah yang akan kami carikan solusi, baik jangka pendek maupun jangka menengah,” katanya.


Sebagai penanganan jangka pendek, PDAM Makassar terus mengoperasikan armada mobil tangki untuk membantu kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak.


Selain itu, sistem injeksi juga dilakukan dengan mengalirkan air langsung ke jaringan pelanggan agar suplai tetap tersedia sekaligus tercatat pada meteran pelanggan.


“Selama ini berdasarkan laporan kepala wilayah, itu dua sampai tiga tangki per hari yang melayani dua sampai tiga lorong di sana,” jelasnya.


Untuk solusi jangka menengah, PDAM Makassar mulai melakukan pembenahan jaringan pipa yang selama ini menjadi salah satu penyebab distribusi air belum optimal di kawasan Kerung-Kerung.


“Insya Allah minggu ini sudah mulai progres perbaikan pipa agar air bisa lebih lancar. Kita juga akan menyambungkan suplai dari pipa lain yang debit airnya lebih baik,” terang Andi Syahrum.


Ia menjelaskan suplai air menuju kawasan Kerung-Kerung selama ini berasal dari jalur Panaikang yang mengalami penurunan debit, sehingga PDAM menyiapkan sambungan dari jaringan lain yang lebih stabil.


Menurutnya, pola penanganan yang diterapkan di Kerung-Kerung sebelumnya juga telah dilakukan di wilayah utara Kota Makassar yang mengalami persoalan serupa.


“Untuk wilayah utara keluhannya mulai berkurang. Penanganan yang dilakukan di Kerung-Kerung kurang lebih sama seperti di wilayah utara,” katanya.


“Air juga sudah masuk ke Maccini Gusung, warga bisa nikmati,” lanjutnya.


Andi Syahrum mengatakan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Panaikang yang menjadi salah satu sumber distribusi utama saat ini juga sedang dalam proses pembenahan oleh pihak pengelola.


Perbaikan intake dan pompa IPA Panaikang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 sehingga diharapkan mampu meningkatkan debit air ke wilayah utara dan Kerung-Kerung.


PDAM Makassar juga menyiapkan alternatif suplai baru melalui penyambungan jaringan dari kawasan CPI yang terhubung dengan IPA Macini Sombala menuju wilayah utara Kota Makassar.


“Kita punya dua alternatif solusi. Mana yang lebih cepat, itu yang segera kita laksanakan progres,” ungkapnya.


“Minggu ini kemungkinan sudah mulai dikerjakan penyambungan dari IPA Macini Sombala menuju wilayah utara,” tambahnya.


Andi Syahrum meminta masyarakat menyampaikan laporan secara detail dengan mencantumkan titik lokasi dan nomor kontak agar proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.


Ia memastikan seluruh jajaran PDAM, mulai kepala wilayah hingga tim teknis, tetap siaga selama 24 jam dalam merespons laporan pelanggan.


“Tentu tim teknis kami menangani laporan sampai 24 jam. Setiap ada laporan yang masuk, langsung direspons,” ujarnya.


Terkait aksi protes warga yang sempat terjadi, Andi Syahrum menyebut pihaknya sebenarnya telah melakukan langkah antisipasi, namun masih terdapat beberapa titik yang belum tertangani akibat laporan yang belum spesifik.


“Hari ini, saya bersama tim kembali turun ke lokasi untuk memastikan seluruh titik yang bermasalah bisa ditangani,” pungkasnya.


Kepala Bagian Distribusi dan Kehilangan Air (DKA) PDAM Makassar, Wahidin, menjelaskan gangguan distribusi di kawasan Kerung-Kerung dipicu berkurangnya suplai air dari IPA Panaikang.


“Untuk daerah Kerung-Kerung itu memang ada dampak penurunan debit akibat suplai air dari Panaikang berkurang,” ujar Wahidin.


Ia menyebut dampak penurunan debit tersebut tidak hanya dirasakan di Kerung-Kerung, tetapi juga memengaruhi pelayanan air bersih di sejumlah wilayah utara Makassar.


Sebagai langkah cepat, PDAM Makassar melakukan distribusi air menggunakan mobil tangki dan injeksi langsung ke jaringan distribusi pelanggan.


“Untuk saat ini yang telah kami lakukan yaitu pendistribusian mobil tangki dan membuat injeksi-injeksi ke jaringan distribusi,” jelasnya.


Tim teknis PDAM juga melakukan pemeriksaan sistem distribusi utama di sekitar Jalan Veteran yang diduga memengaruhi distribusi air ke pelanggan.


“Hari ini kami melakukan pemeriksaan palet distribusi utama di sekitar Jalan Veteran sehingga memengaruhi aliran air ke pelanggan,” katanya.


Dalam skema penanganan jangka menengah, PDAM menyiapkan pemisahan suplai jaringan antara sistem IPA Panaikang dan IPA Somba Opu agar distribusi air lebih stabil.


“Rencananya jaringan di sana akan disuplai dari sistem lain supaya bisa dipisahkan antara pipa Panaikang dengan sistem Somba Opu,” terang Wahidin.


Ia menambahkan tim Wilayah 4 PDAM Makassar selama ini aktif menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak, khususnya di Lorong 47B.


“Setiap hari kami membantu sekitar dua sampai tiga mobil tangki per hari, khususnya di Lorong 47B yang memang paling sering berkoordinasi meminta suplai air bersih,” katanya.


Distribusi air bersih dilakukan secara bertahap menggunakan mobil tangki berkapasitas 10 kubik dengan jadwal pengantaran setiap tiga hari sekali.


Wahidin mengungkapkan pihaknya juga turun langsung menemui warga bersama Ketua RT dan RW setempat setelah muncul keluhan terkait distribusi mobil tangki yang dianggap belum merata.


Sebagai solusi sementara, jumlah armada tangki untuk Lorong 47B dan 47C turut ditambah.


“Kalau sebelumnya satu mobil, sekarang khusus Lorong 47B kami langsung kirim dua mobil tangki agar kebutuhan warga bisa lebih terpenuhi,” tuturnya.


Kepala Wilayah IV PDAM Makassar, Fitriah Gasim, mengatakan wilayah Kerung-Kerung selama ini mendapat layanan dari sistem IPA 2 Panaikang yang kini mengalami kendala akibat turunnya debit air baku.


“Kondisi tersebut berdampak pada distribusi air ke sejumlah pelanggan sehingga kami PDAM harus melakukan langkah penanganan cepat sambil sebagai solusi jangka menengah dan jangka panjang,” tuturnya.


Sebagai penanganan darurat, PDAM Makassar terus menjalankan sistem injeksi langsung ke jaringan distribusi pelanggan agar suplai air tetap mengalir ke kawasan terdampak seperti Maccini Gusung.


“Penanganan tercepat yang bisa kami lakukan saat ini sambil menunggu penanganan jangka panjang adalah melakukan injeksi air di jaringan distribusi,” katanya.


Fitriah menyebut tim teknis dari bagian Produksi dan Kehilangan Air (PKA) juga sedang melakukan rekayasa jaringan distribusi untuk mengurangi ketergantungan wilayah Kerung-Kerung terhadap suplai IPA 2 Panaikang.


“Teman-teman di PKA saat ini berupaya melakukan perubahan sistem jaringan supaya wilayah tersebut tidak terlalu tergantung lagi pada pelayanan IPA 2 Panaikang,” ujarnya.


PDAM Makassar saat ini juga menyiapkan pemanfaatan suplai dari IPA 5 Somba Opu yang dinilai memiliki sumber air lebih stabil.


“Kami mencari model jaringan yang bisa dimanfaatkan dari IPA 5 Somba Opu karena sumber airnya lebih bagus dan lebih stabil,” bebernya.


Langkah tersebut diharapkan menjadi solusi jangka menengah untuk memperkuat distribusi air bersih di wilayah utara dan kawasan Kerung-Kerung sekaligus mengurangi gangguan pelayanan akibat penurunan debit dari sumber utama.


PDAM Makassar memastikan seluruh proses penanganan dan optimalisasi jaringan terus dilakukan secara bertahap agar distribusi air bersih kepada masyarakat segera kembali normal.


“Insya Allah seluruh langkah ini dilakukan agar pelayanan air bersih kepada masyarakat bisa segera kembali normal,” tukasnya. (*)

Komentar

Tampilkan

  • PDAM Makassar Percepat Penanganan Distribusi Air di Kerung-Kerung
  • 0

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Topik Populer

Bisnis (7) Ekonomi (18) Hukum (5) Infrastruktur (16) Kampus (6) Kriminal (2) Metro (63) Nasional (29) News (17) Olahraga (2) Otomotif (2) Pendidikan (17) Politik (25)

Cari Berita