-->

Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Prof Andi Aslinda Jadi Penguji Eksternal Disertasi Doktor di Universitas Brawijaya

Redaksi
19 Okt 2026, 23.22 WIB Last Updated 2026-10-19T15:22:09Z


MALANG
– Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Andi Aslinda, M.Si., menjadi penguji eksternal dalam ujian akhir disertasi Program Doktor Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (UB), Malang, Senin (19/10/2026). 

Keterlibatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan UNM terhadap peningkatan kualifikasi akademik dan kapasitas riset dosen.

Dalam ujian tersebut, Prof. Andi Aslinda menguji disertasi Asri Nur Aina, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNM, yang mengangkat persoalan implementasi kebijakan pelayanan kesehatan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, khususnya dalam meningkatkan akses layanan kesehatan di kawasan perbatasan.

Sebagai pakar administrasi publik dan kebijakan publik, Prof. Andi Aslinda menyoroti pentingnya penguatan kebijakan di tingkat daerah agar implementasi kebijakan nasional dapat berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan kebijakan tidak cukup hanya mengandalkan regulasi pemerintah pusat. 

Dukungan kebijakan daerah, kapasitas kelembagaan, serta koordinasi antarpemangku kepentingan juga diperlukan untuk memperluas akses pelayanan kesehatan, terutama di wilayah perbatasan.

Selain substansi penelitian, ia turut memberikan perhatian pada aspek metodologi, meliputi ketepatan pendekatan penelitian, konsistensi kerangka analisis, dan kedalaman pembahasan. 

Aspek-aspek tersebut dinilai penting untuk memastikan penelitian menghasilkan rekomendasi kebijakan yang relevan dan dapat diterapkan.

Prof. Andi Aslinda mengatakan, keterlibatannya sebagai penguji eksternal tidak hanya untuk memenuhi undangan Universitas Brawijaya, tetapi juga merupakan bentuk komitmen dalam mendukung dosen UNM yang menempuh pendidikan lanjutan.

“Kehadiran saya sebagai penguji eksternal, selain memenuhi undangan Universitas Brawijaya, juga merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung dosen-dosen terbaik UNM dalam meningkatkan kapasitas akademiknya, terutama melalui kesempatan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terbaik, baik di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

Ia menegaskan, upaya meningkatkan kualifikasi akademik dosen perlu didukung melalui kebijakan institusi yang memberikan kemudahan dalam menempuh pendidikan lanjutan. 

Dukungan tersebut tidak hanya berupa pendampingan akademik, tetapi juga fasilitas perizinan, penelitian, dan pengembangan kompetensi.

“Kehadiran dan keterlibatan saya sebagai penguji eksternal merupakan salah satu bentuk dukungan. Ke depan, kita juga akan menyiapkan berbagai bentuk dukungan lainnya, termasuk kemudahan perizinan bagi dosen yang ingin melanjutkan pendidikan, serta dukungan penelitian dan pengembangan kapasitas akademik,” kata guru besar administrasi publik tersebut.

Ia berharap para dosen UNM yang sedang menempuh pendidikan doktoral dapat menyelesaikan studi dengan baik dan kembali berkontribusi dalam pengembangan institusi, khususnya pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kita berharap setelah menyelesaikan studi, para dosen dapat kembali dan bersama-sama memajukan UNM. Pengetahuan, pengalaman akademik, dan jejaring yang diperoleh selama studi harus menjadi kekuatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan daya saing universitas,” tuturnya.

Disertasi yang diuji Asri Nur Aina berjudul “Implementasi Kebijakan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 90 Tahun 2015 dalam Meningkatkan Akses Layanan Kesehatan di Kawasan Perbatasan (Studi tentang Kebijakan Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Nunukan)”.

Ujian tersebut dipimpin Dr. Fadillah Amin, M.AP., Ph.D., dengan tim promotor yang terdiri atas Prof. Sujarwoto, S.IP., M.Si., Ph.D., Dr. Ainul Hayat, S.Pd., M.Si., dan Dr. Firda Hidayati, S.Sos., MPA., DPA.

Adapun tim penguji internal terdiri atas Prof. Dr. Bambang Santoso Haryono, M.S., Dr. Alfi Haris Wanto, SAP., M.AP., MMG., dan Akhmad Amirudin, SAP., MAP., Ph.D. Sementara itu, tim penguji eksternal adalah Prof. Dr. Andi Aslinda, M.Si., dan Dr. Prasetyo Isbandono, S.Sos., M.Si.

Keterlibatan akademisi UNM dalam pengujian disertasi di perguruan tinggi lain diharapkan turut memperkuat jejaring akademik dan kolaborasi antarkampus. 

Bagi UNM, peningkatan kualifikasi dosen melalui pendidikan doktoral, dukungan terhadap riset, dan kemudahan akses studi lanjut menjadi bagian dari upaya membangun perguruan tinggi yang unggul, berdampak, serta berdaya saing global.

Komentar

Tampilkan

  • Prof Andi Aslinda Jadi Penguji Eksternal Disertasi Doktor di Universitas Brawijaya
  • 0

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Topik Populer

Bisnis (7) Ekonomi (18) Hukum (6) Infrastruktur (18) Kampus (8) Kriminal (2) Metro (65) Nasional (32) News (17) Olahraga (4) Otomotif (3) Pendidikan (17) Politik (25)

Cari Berita