JAYAPURA — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berinovasi dalam memelihara dan mewariskan bahasa daerah kepada generasi muda. Komitmen tersebut dipaparkan langsung dalam ajang Kongres Bahasa Daerah 2026 yang digelar di Jayapura, Papua.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulsel, Muhammad Jufri, menegaskan bahwa kunci utama pelindungan bahasa daerah terletak pada kolaborasi antara lingkungan keluarga, sekolah, dan komunitas.
“Upaya yang kami lakukan antara lain memberikan pelatihan kepada guru, menguatkan pembelajaran kontekstual, serta pengembangan kamus bergambar dan digitalisasi bahasa daerah,” jelas Jufri saat memaparkan praktik baik dari Sulawesi Selatan dalam forum nasional tersebut.
Langkah digitalisasi dan penyediaan bahan ajar bergambar ini dihadirkan untuk menjawab tantangan zaman, mengingat minat generasi muda saat ini cenderung lebih tertarik pada media pembelajaran berbasis teknologi.
Penyemaian bahasa ibu sejak dini di lingkungan keluarga dan sekolah dasar dinilai sangat efektif dalam membangun ketahanan literasi serta rasa bangga terhadap identitas lokal.
Selain Sulawesi Selatan, beberapa daerah seperti Bali dan Papua Tengah turut membagikan pengalaman sukses mereka dalam memanfaatkan teknologi dan regulasi lokal untuk melestarikan aksara serta bahasa daerah.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar