![]() |
| Gubernur Sulawesi Selatan bersama kepala daerah Mamminasata menandatangani kerja sama pembangunan PSEL disaksikan Menteri Lingkungan Hidup di Makassar. |
MAKASSAR, SULSELHARIINI.COM - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama pemerintah daerah di wilayah Mamminasata resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) senilai Rp3 Triliun yang akan dibangun di Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.
Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, serta Wakil Bupati Maros Andi Muetazim Mansyur di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel pada Sabtu (4/4/2026).
Kegiatan tersebut turut disaksikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Bapak Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap proyek strategis tersebut.
Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bahwa penandatanganan PKS ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjalankan program prioritas nasional yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kementerian Lingkungan Hidup.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo atas Proyek Rp3 Triliiun Pengelohan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Ini akan menjadi sejarah dan solusi sistem persampahan regional Makassar, Gowa dan Maros,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa pembangunan PSEL di Tamangapa akan menjadi langkah nyata dalam mengatasi persoalan sampah di kawasan Mamminasata.
"Penandatangan PKS antara Provinsi dan Kabupaten Kota sebagai komitmen untuk memastikan tercukupinya kebutuhan sampah yang akan diolah,” jelas Andi Sudirman.
“Tentu apresiasi kepada Kementerian Lingkungan Hidup yang terus mengupayakan dan meyakinkan seluruh stakeholder bahwa pembangunan PSEL ini adalah solusi bersama dalam mendukung program ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah) dari Bapak Presiden,” tambahnya.
Ia juga memastikan bahwa pemerintah pusat telah menjamin ketersediaan pasokan sampah sebagai bahan baku, sehingga operasional PSEL dapat berjalan berkelanjutan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan dukungan penuh terhadap proyek tersebut yang dinilai mampu mengurangi beban tempat pemrosesan akhir di Makassar, Gowa, dan Maros.
“Di bawah koordinasi Bapak Gubernur Sulsel dan arahan Bapak Presiden, kami semua mendukung pembangunan PSEL. Kami berharap program ini dapat memotong persoalan persampahan di tiga kabupaten kota dan menjadi sistem pemrosesan akhir yang lebih baik,” ujarnya.
Hanif juga memberikan apresiasi terhadap peran Gubernur Sulsel dalam mengoordinasikan pemerintah daerah serta meyakinkan pemerintah pusat agar proyek ini dapat direalisasikan.
"Ini murni inisiasi Bapak Presiden Prabowo karena perhatian Beliau terhadap kebersihan. Pak Gubernur Sulsel meyakinkan kami sehingga kita bisa hadirkan di Sulsel,” cetus Menteri Hanif.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar