
Kondisi ruas jalan di Sulawesi Selatan yang telah diperbaiki melalui program MYP dengan hamparan aspal baru yang meningkatkan kenyamanan berkendara.
MAKASSAR, SULSELHARIINI.COM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mengakselerasi pelaksanaan program Multi Years Project (MYP) yang berdampak pada perbaikan kondisi sejumlah ruas jalan yang sebelumnya berlubang dan tidak rata menjadi lebih mulus.
Perubahan tersebut terlihat dari mulai terhamparnya aspal baru di berbagai titik yang selama ini menjadi jalur utama mobilitas masyarakat serta distribusi barang di Sulawesi Selatan.
Percepatan program MYP yang menyasar wilayah strategis juga terlihat di Kota Makassar, khususnya pada ruas Jalan Aroepala hingga Jalan Hertasning yang merupakan jalur dengan tingkat aktivitas tinggi.
Pelaksanaan program ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Sulsel sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan.
Berdasarkan data progres, pekerjaan MYP terbagi dalam lima paket yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota dengan jenis penanganan beragam mulai dari pengaspalan hingga pembangunan drainase.
Pada Paket 1, pekerjaan meliputi ruas batas Gowa–Tondong dengan pekerjaan Kelas A, pasangan batu dan mortar, serta pengaspalan AC-BC dengan progres 9,12 persen, sementara ruas Aroepala dilakukan overlay aspal AC-BC.
Ruas Jalan H.M. Yasin Limpo juga ditangani melalui pekerjaan Kelas A dan pengaspalan AC-BC dengan progres 20,18 persen, sedangkan ruas Burung-Burung–Bili-Bili menggunakan beton rigid FS 4,5 MPa dengan progres 41,51 persen, serta Jalan Hertasning dilakukan pemasangan kerb median dengan progres 63,76 persen.
Untuk Paket 2, penanganan dilakukan pada ruas batas Kota Makassar–Bontoramba melalui pekerjaan agregat Kelas A dan pengaspalan AC-BC dengan progres 24,82 persen, sementara ruas Panciro–batas Kota Makassar dikerjakan melalui CAP dan lapis antara aspal AC-BC dengan progres 29,97 persen.
Pada Paket 3, pekerjaan mencakup ruas Palataeng–Malimpung hingga batas Kabupaten Enrekang dengan penanganan AC-WC, mortar, dan bahu jalan yang telah mencapai progres 51,53 persen.
Selain itu, ruas Pinrang–batas Sidrap mencatat progres 63,84 persen, batas Kabupaten Pinrang–Rappang sebesar 48,24 persen, serta Pangkajene Sidrap–Rappang sebesar 12,73 persen yang seluruhnya dilakukan pengaspalan AC-WC.
Ruas Kabupaten Sidrap–Malimpung juga mendapatkan penanganan berupa AC-BC dan beton bahu jalan dengan progres 22,84 persen.
Pada Paket 4, pekerjaan difokuskan pada ruas batas Soppeng–Ulugalung melalui rekonstruksi serta pekerjaan mayor dan minor termasuk beton bahu jalan dengan progres 4,15 persen.
Sementara itu, Paket 5 mencakup pekerjaan Kelas A serta pasangan batu dan mortar pada ruas Tanabatue–Sanrego–Palattae dengan progres 4,80 persen, serta pengaspalan pada ruas Ujung Lamuru–Palattae yang telah mencapai progres 20,53 persen.
Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Muhammad Rosyadi, menyebut percepatan pembangunan infrastruktur ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia menilai hasil pekerjaan di sejumlah ruas menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya.
Perbaikan jalan tersebut juga diharapkan dapat memperlancar distribusi hasil pertanian serta menekan biaya logistik antarwilayah.
“Pada sejumlah ruas, jalan yang sebelumnya berlubang dan rusak kini telah diaspal mulus, sehingga meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya. (*)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar