-->

Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, GREAT Institute Kecam Israel

Redaksi
2 Apr 2026, 17.08 WIB Last Updated 2026-04-02T09:08:43Z

Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL di Lebanon selatan dekat perbatasan Israel.
Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa.

JAKARTA, SULSELHARIINI.COM 
- Lembaga pemikir GREAT Institute melayangkan kecaman keras atas tindakan tentara Israel (IDF) yang menyerang markas UN Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon, pada Minggu malam, 29 Maret 2026.


Insiden berdarah tersebut dilaporkan telah merenggut nyawa seorang prajurit TNI yang tengah menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian dunia.


Dr. Teguh Santosa selaku Direktur Geopolitik GREAT Institute menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan bentuk pelanggaran berat terhadap hukum internasional.


“Serangan ke markas pasukan penjaga perdamaian yang membawa mandat PBB adalah kejahatan perang. Pemerintahan Benjamin Netanyahu harus mempertanggungjawabkan hal ini,” ujar Teguh dalam keterangan kepada redaksi, Senin, 30 Maret 2026.


Pihak UNIFIL melalui pernyataan yang dikutip dari Al Jazeera membenarkan adanya anggota pasukan perdamaian asal Indonesia yang tewas secara tragis dalam peristiwa itu.


“Kami tidak mengetahui asal usul proyektil tersebut. Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk menginvestigasi peristiwa ini,” ujar UNIFIL.


Berdasarkan laporan awal dari Kantor Berita Nasional (NNA) Lebanon, serangan militer Israel ke markas unit Indonesia itu terjadi pada hari Minggu dan menyebabkan sejumlah personel mengalami luka-luka.


Kehadiran pasukan UNIFIL di Lebanon selatan sejatinya bertujuan untuk memantau situasi konflik di sepanjang garis demarkasi antara Lebanon dan Israel.


Wilayah tersebut sering kali menjadi medan baku tembak antara militer Israel dengan kelompok milisi Hizbullah yang mendapat dukungan dari Republik Islam Iran.


Saat ini, UNIFIL diperkuat oleh sekitar 10 ribu personel dari berbagai negara, di mana 1.200 orang di antaranya merupakan prajurit dari TNI.


Eskalasi ketegangan di wilayah tersebut diketahui terus meningkat pasca serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel ke Iran sejak akhir Februari 2026 lalu.


Sebelum kejadian yang menimpa prajurit Indonesia, personel UNIFIL asal Ghana juga dilaporkan terluka akibat serangan pada pekan pertama Maret 2026.

Komentar

Tampilkan

  • Prajurit TNI Gugur di Lebanon, GREAT Institute Kecam Israel
  • 0

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Topik Populer

Bisnis (7) Ekonomi (18) Hukum (5) Infrastruktur (16) Kampus (6) Kriminal (2) Metro (56) Nasional (26) News (17) Olahraga (2) Otomotif (2) Pendidikan (16) Politik (23)

Cari Berita