MAKASSAR, SULSELHARIINI.COM – Upaya optimalisasi pendapatan daerah kini memasuki babak baru yang lebih transparan dan efisien bagi masyarakat.
Melalui integrasi data yang lebih akurat antara pemerintah pusat dan daerah, warga Makassar diharapkan akan merasakan kemudahan layanan perpajakan serta pembangunan yang lebih tepat sasaran berkat validitas data keuangan yang lebih sinkron.
Langkah strategis ini dipertegas dengan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk mendukung penuh agenda Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbartra).
Fokus utamanya adalah pelaksanaan pertukaran data perpajakan yang kini menjadi prioritas kedua belah pihak.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah lompatan inovasi.
"Sinergi ini sangat krusial. Kami berkomitmen menjadikan Makassar sebagai daerah percontohan dalam inovasi pengelolaan pajak yang lebih modern dan terintegrasi," ujarnya saat memberikan keterangan resmi pada Senin (2/3/2026).
Pihak Kanwil DJP Sulselbartra pun memberikan apresiasi tinggi atas keterbukaan dan dukungan aktif Pemkot Makassar.
Kerja sama ini mencakup sinkronisasi data wajib pajak yang akan membantu memetakan potensi penerimaan negara maupun daerah secara lebih presisi.
Dengan sistem yang saling terhubung, potensi kebocoran pajak dapat diminimalisir, sementara kepatuhan wajib pajak dapat dipantau secara real-time.
Keberhasilan pilot project di Makassar ini nantinya diproyeksikan menjadi cetak biru bagi daerah lain dalam mengoptimalkan penerimaan pajak melalui jalur digitalisasi dan transparansi data.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar