-->

Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Indeks Daya Saing Sulawesi Selatan 2025 Naik: Makassar, Parepare, dan Palopo Raih Skor Tertinggi

Redaksi
2 Mar 2026, 02.50 WIB Last Updated 2026-03-01T18:50:39Z

Kenaikan Indeks Daya Saing Daerah Sulawesi Selatan 2025 mencapai skor 3,71.

MAKASSAR, SULSELHARIINI.COM
— Masyarakat Sulawesi Selatan kini berada di wilayah dengan ekosistem ekonomi dan inovasi yang semakin kompetitif. 


Berdasarkan laporan terbaru Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kualitas hidup dan kemudahan berusaha di Sulsel mengalami tren positif dengan kenaikan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) tahun 2025 ke angka 3,71.


Loncatan dari skor 3,61 pada tahun sebelumnya ini bukan sekadar angka di atas kertas. Pencapaian tersebut membuktikan bahwa efisiensi birokrasi, kualitas infrastruktur, dan akses teknologi di Sulsel kini telah berada di atas rata-rata nasional yang hanya menyentuh angka 3,50.


Dominasi di Kawasan Timur dan Sulawesi

Secara peta kompetisi nasional, Sulawesi Selatan kokoh bertengger di peringkat ke-10 dari 38 provinsi di Indonesia. Di wilayah Indonesia Timur, Sulsel mengunci posisi kedua setelah Bali (4,03). Namun, untuk lingkup Pulau Sulawesi, provinsi ini mutlak menjadi pemimpin, mengungguli Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, hingga Sulawesi Barat.


Melihat rekam jejaknya, performa Sulsel tergolong stabil. Sempat berada di angka 3,35 (2022) dan 3,70 (2023), skor tersebut sempat terkoreksi menjadi 3,61 (2024) sebelum akhirnya kembali menguat ke 3,71 di tahun ini.


Peta Kekuatan Daerah: Makassar dan Parepare Memimpin

Ketatnya standar kinerja tingkat provinsi turut memicu dinamika di level kabupaten/kota. Saat ini, terdapat empat daerah yang mampu menyamai atau bahkan melampaui performa provinsi:


- Kota Makassar: 4,17

- Kota Parepare: 4,10

- Kota Palopo: 3,79

- Kabupaten Gowa: 3,71 (Setara provinsi)


Mesin Penggerak: Inovasi dan Digitalisasi

Pendorong utama kenaikan ini adalah perbaikan signifikan pada sektor lingkungan pendukung. Pilar institusi meroket dari 4,07 ke 4,40, disusul infrastruktur yang naik menjadi 3,85. Yang paling terasa bagi masyarakat adalah percepatan digitalisasi, di mana adopsi teknologi informasi melonjak ke angka 3,87.


Sektor ekonomi juga menunjukkan ototnya. Ukuran pasar Sulsel meningkat menjadi 4,73, didukung sistem keuangan yang membaik ke level 3,02. Namun, yang paling impresif adalah lonjakan kapabilitas inovasi yang melesat dari 3,68 menjadi 4,24.


Di sisi Sumber Daya Manusia (SDM), sektor kesehatan tetap stabil di angka 3,87. Meski keterampilan tenaga kerja mengalami sedikit penyesuaian dari 4,13 ke 3,90, levelnya dinilai masih berada di kategori tinggi.


Respon Pemerintah

Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Sulsel, Muhammad Salim Basmin, menegaskan bahwa hasil ini adalah bukti nyata bahwa arah pembangunan sudah sesuai target.


"Peningkatan ini adalah sinyal bahwa pembangunan di Sulawesi Selatan berada pada jalur yang benar. Tata kelola yang lebih kuat, digitalisasi yang masif, serta tumbuhnya ekosistem inovasi menjadi kunci utama," jelas Salim.


Ia menambahkan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari kolaborasi lintas sektor. "Ini bukan hanya statistik, tapi hasil kerja keras bersama untuk meningkatkan layanan publik dan kapasitas ekonomi agar masyarakat kita semakin kompetitif di kancah nasional," pungkasnya.

Komentar

Tampilkan

  • Indeks Daya Saing Sulawesi Selatan 2025 Naik: Makassar, Parepare, dan Palopo Raih Skor Tertinggi
  • 0

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Topik Populer

Bisnis (6) Ekonomi (14) Hukum (5) Infrastruktur (12) Kampus (5) Kriminal (2) Metro (54) Nasional (20) News (17) Olahraga (2) Otomotif (2) Pendidikan (14) Politik (22)

Cari Berita