MAKASSAR, SULSELHARIINI.COM - Warga di kawasan Blok 8 dan Blok 10 Kecamatan Manggala mulai melihat upaya nyata penanganan banjir yang selama puluhan tahun menjadi masalah berulang setiap musim hujan. Pemerintah Kota Makassar kini menurunkan alat berat excavator untuk melakukan normalisasi saluran air serta perbaikan infrastruktur drainase di wilayah tersebut.
Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham dalam menangani persoalan banjir di kawasan timur kota. Selama bertahun-tahun, wilayah ini dikenal sebagai salah satu titik rawan genangan yang belum menemukan solusi menyeluruh meskipun telah berganti kepemimpinan di tingkat kota.
Pendekatan yang digunakan saat ini dilakukan lebih terencana dengan melibatkan kajian akademis serta kolaborasi lintas sektor. Pemerintah kota menggandeng akademisi untuk merumuskan langkah strategis dalam mengatasi banjir yang kerap melanda Blok 8 dan Blok 10.
Sebagai tahap implementasi, Pemkot Makassar mulai melakukan berbagai pekerjaan teknis di lapangan. Di antaranya normalisasi saluran air, pengerukan sedimen yang selama ini menghambat aliran drainase, serta perbaikan box culvert pada sejumlah titik yang dinilai rawan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas aliran air agar sistem drainase dapat bekerja lebih optimal saat curah hujan tinggi.
“Pekerjaan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan fungsi saluran air agar aliran drainase tetap lancar serta mengurangi potensi terjadinya genangan saat curah hujan tinggi,” ujar Zuhaelsi, Minggu (8/3/2026).
Selain normalisasi saluran, pemerintah juga mengoptimalkan fungsi kolam retensi atau waduk sebagai tempat penampungan air ketika hujan deras. Upaya ini diharapkan menjadi fondasi awal untuk menghadirkan solusi jangka panjang terhadap persoalan banjir yang selama ini membayangi kawasan tersebut.
Zuhaelsi menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas saluran air diharapkan membuat sistem drainase di wilayah Blok 10 Antang bekerja lebih efektif dalam mengalirkan air menuju saluran pembuangan utama.
“Sesuai arahan pak Wali Kota, bagaimana solusi nyata agar warga di Blok 10 dan lainnya tidak mengungsi saat musim hujan. Inilah pengerjaan normalisasi saluran kami lakukan dengan mendatangkan alat berat Excavator,” tambahnya.
Dengan perbaikan tersebut, risiko genangan yang selama ini kerap terjadi di kawasan permukiman diharapkan dapat diminimalkan sehingga lingkungan menjadi lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Selain normalisasi, Dinas PU Kota Makassar juga melakukan penggantian box culvert yang sebelumnya memiliki ukuran lebih kecil.
Box culvert merupakan beton bertulang pracetak berbentuk kotak atau persegi yang memiliki sambungan spigot dan socket dan berfungsi sebagai gorong-gorong untuk saluran air di bawah tanah, jalan raya, atau rel kereta.
Menurut Zuhaelsi, box culvert lama yang berukuran 50 sentimeter kini diganti dengan dimensi lebih besar, yakni 80 sentimeter, untuk memperbesar kapasitas aliran air.
“Perubahan dimensi tersebut kami lakukan karena lokasi saluran berada di jalur pembuangan air di Jalan Kecaping Raya yang langsung terhubung ke saluran menuju jembatan di Jalan Nipa-Nipa, kawasan Antang,” terangnya.
Ia mengungkapkan bahwa saat banjir beberapa waktu lalu, debit air yang keluar dari saluran tersebut sangat kecil sehingga proses pembuangan menuju saluran utama berjalan lambat.
Kondisi itu membuat genangan air bertahan lebih lama di kawasan permukiman warga.
“Karena sebelumnya ukuran box culvert kecil, aliran air yang keluar dari saluran ini sangat terbatas, sehingga lambat membuang air ke saluran menuju jembatan di Jalan Nipa-Nipa Antang,” jelasnya.
Selain penggantian box culvert, Dinas PU Kota Makassar juga melakukan normalisasi saluran di beberapa titik lain di kawasan Blok 10 Perumnas Antang.
Pekerjaan ini menggunakan alat berat excavator PC berkapasitas 4,5 ton untuk mengangkat sedimentasi yang mengendap di dasar saluran.
Normalisasi dilakukan sepanjang jalur drainase mulai dari Jalan Kecaping hingga Jalan Suling di wilayah Blok 10 Perumnas Antang, Kelurahan Manggala.
Sedimen yang menumpuk selama ini dinilai menjadi salah satu penyebab berkurangnya kapasitas tampung saluran air di kawasan tersebut.
“Untuk lokasi blok lainnya, kami sudah melakukan normalisasi saluran menggunakan alat berat excavator PC 4,5 ton sepanjang Jalan Kecaping sampai Jalan Suling di Blok 10 Perumnas Antang, Kelurahan Manggala,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas PU berkomitmen terus melakukan pemeliharaan serta peningkatan infrastruktur drainase sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengatasi genangan dan banjir di berbagai wilayah kota.
“Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi penataan sistem pengendalian banjir yang lebih terintegrasi di kawasan timur Makassar, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan genangan saat musim hujan tiba,” tukasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin juga meninjau langsung kawasan Blok 10 Kecamatan Manggala untuk memastikan langkah penanganan banjir yang selama ini menjadi persoalan bagi warga setempat.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk mencari solusi konkret terhadap masalah banjir yang telah berlangsung cukup lama di wilayah tersebut.
Munafri menjelaskan bahwa sebelum mengambil langkah penanganan, Pemerintah Kota Makassar telah melakukan berbagai kajian teknis dengan melibatkan sejumlah ahli dan tim terkait.
Kajian tersebut dilakukan untuk memastikan langkah yang diambil tepat sasaran dan mampu memberikan solusi jangka panjang.
Kini, hasil kajian tersebut mulai diwujudkan dalam bentuk aksi nyata di lapangan dengan menurunkan alat berat dan memulai pekerjaan di sejumlah titik yang dinilai menjadi penyebab utama genangan saat musim hujan.
Menurut Munafri, langkah ini menjadi bentuk komitmen pemerintah kota dalam memberikan solusi yang lebih serius dan berkelanjutan bagi warga Manggala, khususnya di kawasan Blok 10 dan Blok 8 yang selama ini dikenal rawan banjir.
“Kami Pemerintah kota juga memastikan bahwa proses penanganan ini, akan terus dipantau agar hasilnya seperti apa, kita mau solusi benar-benar dirasakan oleh masyarakat, sehingga tidak lagi mengungsi saat musim hujan,” singkat Appi. (*)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar